Kasus Koreksi Dini Ptosis (feat. Retraksi Kelopak Mata, Lipatan Multipel Setelah Teknik Dua Garis Gagal)
Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda

Penampilan sebelum operasi

Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda
Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda

Jika dilihat pada foto, terdapat garis lipatan yang tumpang tindih pada satu sisi.

Tanda panah bawah menunjukkan garis sayatan yang baru dibuat, sedangkan tanda panah atas adalah garis sayatan operasi sebelumnya. Terjadi perlengketan kembali (re-adhesi) pada garis sayatan operasi sebelumnya, sehingga terbentuk lipatan kelopak mata tiga lapis.

Selain itu, mata juga terbuka secara berlebihan.

Seperti yang terlihat, pada mata kiri pasien (sebelah kanan pada gambar), saat membuka mata terjadi gejala retraksi di mana mata terbuka secara berlebihan, serta timbulnya lipatan yang tumpang tindih.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan tidak ada lipatan tumpang tindih yang muncul segera setelah operasi.

Ini adalah hasil yang paling stabil.

Prinsip operasi revisi adalah melepaskan perlengketan dengan baik dan mencegah terjadinya perlengketan kembali.

Pada koreksi dini, tujuannya adalah menyamakan ukuran mata dan mencegah timbulnya lipatan tumpang tindih, bukan untuk mengoreksi lipatan ganda.

Ini adalah penampilan pada bulan ke-6.

Bentuknya bagus, tidak timbul lipatan tumpang tindih, dan kondisi bekas lukanya juga cukup baik.

Saya merasa sangat senang karena operasinya terlihat berjalan dengan baik.

Sebelum operasi

Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda
Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda

Sesudah operasi

Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda
Foto mata dari kasus Revisi Kelopak Mata Ganda